SANGGAR MARISKA

PENDIDIKAN ACTING KILAT : Hanya 23 Jam

Yang Harus Dikuasai Para Calon Artis antara lain :

METODE BERLATIH OLAH RASA

ACTION MEMORY

Action Memory merupakan langkah bagaimana kita mengaktifkan perasaan kita dalam menginterpretasikan suatu karakter tokoh cerita yang kita mainkan, salah satu metodenya seperti berikut ini :

Dua orang berdialog, baik dengan gage atau gerakan tubuh, lipsing atau gerakan bibir maupun bahasa isyarat lainnya yang dipertunjukkan buat audience. Tatkala dialog berlangsung beberapa saat, minimal dua menit, lalu keduanya berhenti bergerak (mematung), maka salah seorang memasuki arena, menggantikan posisi salah seorang. Pemain baru melanjutkan watak dan karakter pemain yang keluar. Demikian seterusnya! Setiap orang yang ingin menguji imajinasi dan daya interpretasinya, maka ia hendaknya mengambil alih (take over) dari salah seorang yang sedang berdialog!

Lakukan hal ini sesekali agar tetap memiliki daya imajinasi yang segar. Fresh imagination. Contohnya, dua orang sedang betualang di lorong goa, mereka terjebak di lorong goa sempit dan buntu, yang seorang ketakutan, seorang lagi mengatasi ketakutan dengan marah pada penakut. Sang penakut kemudian diminta berhenti bertindak, keluar dari permainan, pemain baru menggantikan kedudukan dan posisinya sebagai penakut sama persis dengan sebelumnya. Hal ini bisa dilengkapi pula dengan mengganti dengan suasana lain, misalnya dari nuansa rasa takut dipindahkan pada suasana pesta meriah. Dilanjutkan lagi dengan tingkah binatang, diubah lagi dengan petualangan lainnya, sampai benar-benar mendapatkan fresh idea.

Latihan ini akan memperkaya nuansa pemain hingga tidak monoton, menambah stock knowlead.

 

THINKS MEMORY

Menguji daya ingat, agar kita dapat melihat sejauh mana hati, pikiran dan perasaan kita menangkap, melanjutkan dan mempertahankan gaya apa yang dimainkan teman kita secara berantai. Misalnya, salah seorang memulai tindakan mengenakan sepatu. Setelah dua menit ia menghentikan aktifitasnya. Kemudian seorang lagi mengambil alih, melanjutkan aktifitas mengenakan sepatu dengan menambah satu atau dua gerakan tambahan, misalnya mengelap dan menyemir sepatu. Tindakan selanjutnya ditambah lagi, dan seterusnya sampai seluruh peserta turut mempraktekkan setiap tindakan dari awal dan menambahkan satu atau dua gerakan baru! Demikian dilakukan dengan baik, diakhiri oleh orang pertama yang melakukan tindakan mengenakan sepatu!

 

POWER SCALA VOICE

Skala Kekuatan Suara ini merupakan latihan menguji daya rekam, daya ingat dan daya dengar kita menangkap suatu suara, menirukan dan menyeimbangkan dengan suara yang kita dengar. Misalnya, kita mendengarkan percikan air, lalu kita bicara senada, selevel dan seukuran suara percik air. Bukan mengalahkan atau kurang dari volume suara air. Kita dengan rileks bertindak, bicara dan berbincang dengan lawan main kita. Metode lain juga bisa kita gunakan, seperti misalnya kita saling berbicara dengan suara biasa, lalu memperkeras suara kita, makin menjauh dan terus bercerita, atau bergantian bercerita tentang kisah yang dialami semalam, atau pengalaman-pengalaman menarik lainnya. Ketika sudah saling menjauh, kembali saling mendekati, terus bicara, sahut menyahut, berdialog, apakah nyambung atau tidak. Kian mendekat, sampai akhirnya benar-benar sangat dekat dan rapat, bicara berbisik sampai akhirnya  bicara dengan pantomimic! Lipstik dan bahasa bibir saja! Jarak kian dekat, rapat, nyaris berhimpitan tetapi tidak saling menyentuh. Salah seorang memulai gerakan, diikuti partner sampai kesepatakan kerjasama ini benar-benar mengikuti alur gerak rasa. Ke mana pikiran, tubuh, perasaan mengajak bermain secara intens.

 

MEMORY

Mempertajam daya ingat bisa dilakukan dengan memperhatikan benda-benda yang ada di depan kita, misalnya ada sehelai sapu tangan warna ungu, maka kita dengan melihat sejenak, dan memejamkan mata, bahwa yang kita lihat sehelai sapu tangan warna ungu. Kita juga melihat warna-warna lain dari benda-benda yang kita bawa. Barang-barang tersebut kita tutup rapat, seolah-olah penutup itu kain kafan, dan benda-benda yang kita selimuti kain kafan itu kita anggap sebagai seorang yang paling kita kasihi, maka kita harus mengenangnya dengan baik penuh citarasa kasih sayang. Kekasih kita yang tertutup kafan itu telah tiada, meninggal tanpa mampu mendengar apa yang harus kita sampaikan terakhir. Maka kita merintih, menangis, meratapi apa yang terjadi pada kekasih kita. Menangis, merintih, meratap dan meraung, atau bahkan terisak pilu dengan gelimang air mata. Kita lalu perlahan merabanya, memeluknya, menciumnya. Perlahan-lahan tangan kita menjamah selimut kafan itu, menariknya, ternyata orang yang diselimuti kafan tersebut membuka pelupuk matanya, tersenyum, dan ia berbisik, “Sukses!”

Orang yang kita kasihi tersebut ternyata tidak mati, ia masih hidup, ia menguji kemampuan kita sejauh mana rasa cinta kita, perhatian kita, daya tangkap dan daya rasa tadi berjalan? Apakah masih original, atau telah pupus! Kita tersenyum paling manis, lega, bahkan akhirnya misuh-misuh, memaki-makinya dengan rasa bahagia! Kebahagiaan terus merayap, sempurna, saling mengisi. Dilanjutkan dengan pesta kemenangan, telah melampaui ujian-ujian maut, cobaan-cobaan genting. Seorang dengan yang lain bertoast, saling membagi makanan dan minuman; saling berkeluh kesah, saling mencurahkan isi hati. Begitu kebahagiaan memuncak, tiba-tiba sesuatu dari atas atau langit runtuh. Seorang dengan lainnya menghindari bencana, kalang kabut, mencari perlindungan menyelamatkan diri. Jalan buntu, tidak ada yang turun tangan. Salah seorang terantuk batu, jatuh! Orang-orang berjumpalitan tersandung, saling menindih tumpuk undung. Semua tidak berdaya. Yang paling atas masih segar, tetapi kelelahan. Dengan napas terengah, ia mulai menggerakkan rambut, tangan, lengan, bahu, leher, dada, perut, pinggul, kaki, seluruh badan bergerak. Seorang dengan lainnya mengikuti sampai seluruhnya menggerakkan badan mengikuti bayangan irama, suara, bunyi, dan detak nadi…. Terus berinteraksi seorang dengan lainnya. Masing-masing menempati posisi berdiri menjadi bentuk lingkaran, maupun bentuk-bentuk lainnya sesuai situasi dan kondisi tempat berlatih. Begitu sampai klimaks, seluruhnya berteriak lentingan tinggi, memekik, dan diam! Menjadi patung!

 

BERLATIH OLAH TUBUH (ARTI SEMPIT)

Melangkahlah perlahan, mulai dari tumit, telapak dan ujung jari kaki. Lakukan penuh perasaan dan seksama. Melangkah makin lama makin rileks. Terus lakukan, dilanjutkan dengan langkah melebar dengan paha lurus sejajar pinggang, melangkah dan menapak seirama dengan tindakan pertama. Lakukan makin lama makin cepat. Lalu berjalan dengan sisi dalam, sisi luar telapak kaki, dengan tumit, berjingkat dan seterusnya. Lakukan langkah mundur hingga benar-benar merasakan peregangan otot-otot kaki. Posisi tubuh tetap tegak, pandangan lurus ke depan, tapi rileks dan tidak tegang.

Lakukan gerakan vibra atau getaran tubuh mulai dari kaki sampai kepala.

Patah-patahkan setiap buku-buku jari dan persendian tubuh hingga kita merasakan patahan-patahannya dengan seksama.

Rileks beberapa saat lalu lanjutkan dengan olah tubuh lainnya, misalnya berlari-lari di tempat, vibra dengan gaya khayang, membungkuk, miring kiri dan kanan, lalu rileksasi.

Tundukkan kepala, tekuk hingga dagu melekat pada dada, membungkuk dan menekuk tubuh bagai udang di penggorengan, baru menekuk lutut kita, mengayun-ayunkan sebanyak delapan kali, kemudian berdiri perlahan mengurai tekukan tubuh. Lakukan juga dengan arah belakang, samping kiri dan kanan masing-masing dua kali. Lanjutkan dengan menggerakkan jemari kita, lalu ikuti dengan pandangan mata ke arah mana tangan bergerak. Ke atas, bawah, samping, kiri, kanan, memutar, dilakukan dengan perlahan-lahan sekali. Lanjutkan pula dengan gerakan-gerakan lainnya, misalnya gerakan tarian yang halus sekali. Dihayati setiap kali bergerak dan bertindak. Hati-hati, dirasakan setiap tarikan nadi dari ujung jemari tangan sampai ujung jemari kaki. Gerakan-gerakan lain yang meningkatkan kelenturan tubuh perlu dilakukan supaya memiliki bekal kuat dalam memenuhi tuntutan beracting.

 

HEAR MEMORY

Hear Memory ini merupakan latihan kepekaan daya dengar kita. Sekarang berhadapanlah sepasang-sepasang. Berceritalah tentang apa saja dengan vocal wajar. Setelah itu, hanya sepasang pemain yang dialog, sedangkan lainnya mendengarkan dengan seksama. Lakukan dengan merubah posisi, makin menjauh dan saling mundur. Tetap saja bercerita tentang pengalaman masing-masing. Lanjutkan dengan pasangan-pasangan lainnya. Lalu merubah posisi arah kian mendekat, volume diperendah sampai benar-benar berbisik. Dilanjutkan dengan dialog suara wajar. Dilanjutkan dengan pasangan lain untuk menceritakan apa yang dibicarakan pasangan pertama dan seterusnya. Hal ini akan melatih kepekaan daya dengar kita hingga menjadi pemain handal dalam menunjukkan sikap professional menginterpretasikan tokoh atau karakter.

 

MEREKA DAYA GERAK, DIALOG DAN SIKAP KARAKTER

Ada secarik kertas yang diambil acak. Sepasang pemain suruh memilih satu saja, lalu lakukan dan kerjakan sesuatu untuk menunjukkan di mana, kapan, mengapa, bagaimana, siapa, apa yang sedang terjadi dan dialami para tokoh tersebut. Misalnya, dalam secarik kertas tersebut tertulis, “KAMAR MAYAT” berlawanan main dengan pasangan main yang mendapatkan tulisan, “SAKIT GIGI”, tunjukkan bagaimana para tokoh ini hingga penonton tahu bahwa ada KAMAR MAYAT dan SAKIT GIGI. Jika penonton dengan cepat tahu apa yang dikerjakan karakter, tentu saja para pemain sukses menginterpretasikan amanat kata tersebut. Apabila penonton belum mampu menilai siapa mereka, dan sedang mengerjakan apa gerangan para tokoh, artinya para pemain belum berhasil melakukan amanat atau pesan dari informasi yang didapat untuk disosialisasikan dengan dialog dan gerak yang tidak berhubungan verbal istilah KAMAR MAYAT dan SAKIT GIGI!

Kerjakan dengan baik, dan atur nuansanya.

ANGAN-ANGAN

Lihat di atasmu, terbang seekor kupu-kupu indah banget, terbang melayang-layang, terus menari-nari di udara. Tiba-tiba kita ingin memilikinya, menangkap dan mendapatkannya. Tapi kupu-kupu itu tidak peduli dengan apa yang kita inginkan… ia terus terbang, melayang, menari-nari di udara. Kita terus mengejarnya, melompat dan hendak menangkap dengan berbagai macam cara, tapi kita tidak mampu menggapainya karena ia terbang makin lama makin tinggi, melayang, melambung, bahkan awan-awan mulai menutupinya!

Kita kemudian sadar, bahwa yang indah, terbang, melambung, melayang ke awan-awan, ke langit kelam, adalah angan-angan. Angan-angan kita yang harus terus dibangun, dibina, dirintis, dikerjakan dengan apa yang bisa kita lakukan tanpa berhenti sedikit pun, maka hal itu hendaknya menjadi tekad dan semangat untuk meraih angan-angan itu! MASKUMAMBANG. Cita-cita dan angan-angan mulia.

 

Waktu terus berlalu

Upcoming Events

Friday, Oct 20 All Day
Saturday, Oct 28 All Day

CONTACT PERSON

BUANERGIS MURYONO

Telepon:

0815 979 4062 / 081286020989 

Email: papanirwana@gmail.com

buanergis@plasa.com

BB 2209B4C1 / 26068E03

JADWAL LATIHAN RUTIN SANGGAR MARISKA

Minggu latihan rutin di Halim Jam 11.00-14.00 Thamrin City Blok G16 ketemu Cindy Shirley

Senin : Grand Mal Kranji Jam 15.00-17.00 ketemu Palipu dan Januar Pribadi

Selasa : Halim Jam 10.00-16.00 19.00-21.00 ketemu Ika Anggistiningrum

Rabu : Cengkareng Blok 7B No.8 Golden Kids Studio ketemu Amanda dan Frida

Kamis : Blok BB1 No.1A Taman Harapan Indah Tisano Studio Jam 15.00-21.00 Januar Pribadi dan Hetty

Jumat : Jl.KH Mas Mansyur 130 A Jakarta Pusat Gedung Kesenian Jakarta Pusat (BLK) Jam 16.00-20.00 ketemu Mas Andri

Sabtu : Halim Jam 10.00 - 21.00 Persiapan shoting prifat.

ALL TIME : BOGOR - WORKSHOP

Vila/Wisma Begawan Pasir Jambu Sukaraja Bogor (Masuk dari Jl.Mandala Raya - Detasemen Polisi Militer KOSTRAD belok kiri jalanan menurun 200m. Berpagar Limasan, ketemu Pakde langsung.

(Edit Film) Taman Sari Persada Bogor C11 No.10 Cibadak Tanah Sereal Bogor  at Susilarto House ketemu Deden

JADWAL DI ATAS DIASUH LANGSUNG OLEH Drs. Buanergis Muryono, MA